Dalam Pilkada Mendatang, Anggota PGRI Kabupaten Purworejo Netral

image_pdf

PURWOREJO, FP – Menjelang perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkda) Kabupaten Purworejo yang direncanakan pada bulan Desember 2020 mendatang, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo dijamin netralitas dan jauh dari dukung mendukung calon bupati.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, S.Pd dihadapan sejumlah awak media, Senin (20/7).

“Dalam setiap konfrensi cabang di kecamatan-kecamatan sudah saya sampaikan bahwa kita sebagai organisasi profesi uang mayoritas anggotang guru ASN harus netral, soal penyaluran aspirasi itu monggo menjadi urusan individu, meski secara garis kebijakan organisasi harus netral dan mereka setuju,” kata Irianto Gunawan.

Menurut Irianto, kebijakan tersebut untuk melindungi harga diri dan martabat para guru yang setiap ada perhelatan seperti pilkada selalu menyalurkan aspirasinya namun tidak mendapat perhatian.

“Jadi saya hanya menyampaikan jangan keluyuran yang nantinya akan menjatuhkan harga diri seorang guru,”ucap Irianto.

Jika nantinya ada anggota yang melanggar, lanjut Irianto yang bersangkutan akan dikenai sanksi. “Kan sudah ada regulasinya, kalau dalam organisasi PGRI ada lembaga, perangkat, ketua bidang, kode etik, dan metekalah yang nantinya akan menindak lanjuti,” jelas Irianto.

Meski begitu, kata Irianto, anggota yang melanggar tidak serta mendapat sanki, tapi secara bertahap harus dilihat tingkat pelanggarannya. Sebagai contoh, anggota yang melanggar karena ketidak tahuan dan hanya ikut-ikut akan diberi pembinaan terlebih dahulu, tidak langsung diberi sanksi.

Disebutkan, untuk saat ini jumlah anggota PGRI Kabupaten Purworejo mencapai 6750 guru. Jumlah tersebut belum termasuk guru honorer karena belum semua guru honorer masuk anggota PGRI.

“Kalau ditambah dengan guru honorer jumlah anggota PGRI mencapai 7000 lebih. Karena itu sampai saat ini kita terus mengupayakan agar guru honorer yang belum masuk anggota PGRI agar segera masuk anggota,”tandas Irianto.

Irianto menambahkan, sebagai bentuk kepedulian dalam masa pandemi Covid dan pembelajaran jarak jauh atau daring, PGRI Kabupaten Purworejo melalui PGRI Jawa Tengah sudah menjalin kerjasama dengan PT Telkom terkait pembelian paket data murah dan Perangkat organisasi PGRI SLCC (Smart Learning Character Center).

“Untuk bisa dilayani pembelian paket data murah anggota harus regritasi terlebih dulu dengan menyertakan sejumlah persyaratan,”imbuh Irianto.

Adapun harga paket data murah yang diberikan oleh Telkom meliputi kartu Simpati, Hallo, As, dan Loop. Sedang harganya, 10 GB (30 hari) harga Rp 40 ribu, 20 GB (30 hari) harga Rp 60 ribu, 30 GB (30 hari) Rp 85 ribu dan 50 GB (30 hari) Rp 100 ribu.

“Ini baru tahap awal, jika ini sukses tidak menutup kemungkinan akan dilajutkan kerjasama dengan sekolah,” pungkas Irianto. (War)

Komentar