Dua Kelas Industri Jadi Unggulan PPDB SMK PN-PN 2

image_pdf

PURWOREJO, FP – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK PN – PN 2 yang berlokasi di Jalan Kesatrian No 7 Purworejo berlangsung sejak bulan Mei dan rencananya akan ditutup pada 9 Juli 2020.

Kuota yang tersedia untuk masing sekolah sebanyak 8 kelas. Adapun kompetensi keahlian yang dibuka, untuk SMK PN, Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) 1 kelas, Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) 1 kelas, Multi Media (MM) 1 kelas, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) 3 kelas, dan Teknik Pemesinan (TP) 2 kelas.

Sementara untuk SMK PN 2, Audio Video 1 kelas, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) 3 kelas, Teknik Pemesinan (TP) 2 kelas dan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) 2 kelas.

“Sampai saat ini jumlah pendaftar sudah melebihi kuota, namun belum semuanya daftar ulang, jadi belum tahu apakah kuota sudah terpenuhi atau belum, kalau ada yang ingin mendaftar segera saja,” kata pembina Yayasan Pembaharuan, Drs. Ari Edi Prasetya didampingi Kepala SMK Pembaharuan Sugiri, S.Pd dan Kepala SMK PN 2, Rahmi Widayanti, S.Sos, Selasa (30/6).

Disebutkan, Sugiri, ada dua kelas budaya industri dari PT Chemco Harapan dan Yayasan Toyota Astra (YTA) yang menjadi unggulan SMK PN – PN 2. Kelas ini masing-masing 25 siswa hasil dari seleksi yang sangat ketat.

Dijelaskan, kelas industri Chemco, diambil dari jurusan Teknik Pemesinan dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif PN-PN2. Untuk kelas industri YTA, diambil dari jurusan TKR PN2. Seleksi dilakukan saat mereka di kelas X, dan pembelajaran kelas industri ini dimulai kelas XII.

“Kerjasama dengan PT Chemco tidak hanya pada pendirian kelas budaya, tapi juga pendirian Teaching Factory, yang dimulai tahun ini. Pembelajaran pada Teaching Factory ini, berbasis industri. PT Chemco membantu mesin, dan siswa yang mengoperasikannya, untuk menghasilkan barang, dan hasil produksi tersebut dikembalikan ke Chemco,” jelas Sugiri.

Lanjut Sugiri, untuk saat ini sudah ada 12 siswa yang telah menjalani training di Chemco untuk Teaching Factory. Mereka ini menjadi pionir dari keberadaan Teaching Factory. Untuk tahun 2020 ini, semua siswa kelas budaya industri Chemco ini ditarik untuk bekerja di PT Chemco.

Sementara untuk kelas industri YTA, tambah Sugiri, arahan pembelajarannya ke soft skill siswa. Penekanannya pada budaya-budaya industri, yang merupakan perpaduan kurikulum nasional dan kurikulum dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Ari Edi Prasetyo menambahkan, selaku Pembina Yayasan Pembaharuan, yayasan yang membawahi SMK PN-PN2 Purworejo, dalam PPDB kali ini, pihaknya mengikuti alur yang ada. Pendaftaran juga dilakukan secara online dan offline.

“Pihak yayasan menerapkan target yang normatif, siswa yang masuk, harus sama dengan siswa yang keluar (lulus). Sehingga terjadi stabilisasi aktivitas maupun segala sesuatu yang menyangkut berlangsungnya pendidikan dan kehidupan kampus,” imbuh Ari. (War)

Komentar