Nama RSUD Saras Husada Diganti DrTjitrowardoyo

image_pdf

Sejak September 2015, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purworejo yang semula bernama RSUD Saras Husada, resmi diganti dengan nama RSUD Dr Tjitrowardojo. RSUD Purworejo didirikan oleh Yayasan Zending pada tahun 2015 dan pada tahun 1951 resmi bernama Rumah Sakit Umum (RSU) Purworejo.

Pada 5 Oktober 2005 diberi nama RSUD Saras Husada, meskipun saat itu sudah muncul nama beberapa tokoh di bidang kedokteran yang berasal dari Purworejo. Tetapi karena banyaknya nama yang disodorkan, agar tidak menimbulkan kecemburuan akhirnya ditetapkan dengan nama RSUD Saras Husada.

Terakhir, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg bersemangat untuk mengganti nama RSUD tersebut dengan nama RSUD Dr Tjitrowardojo. “ Ini sebagai upaya untuk mikul dhuwur mendhem jero,” ujar Bupati kepada Legalitas. Akhirnya pada sejak September 2015, resmi RSUD Purworejo bernama RSUD Dr Tjitrowardojo.

Siapakah Dr Tjitrowardojo ?

Sejarah daerah Purworejo sebenarnya masih banyak yang tersembunyi. Termasuk nama Dr Tjitrowardojo masih jarang yang belum tahu siapakah sebenarnya almarhum ? Kenapa Bupati Purworejo sangat bersemangat untuk memberi nama RSUD Purworejo dengan nama RSUD Dr Tjitrowardojo ?

Pemberian nama tersebut cukup beralasan. Bukan hanya sekedar niat yang tanpa alas an dasar. Karena Bupati  berharap nama Dr Tjitrowardojo dapat terpatri di hati sanubari warga Purworejo. Meskipun pada awalnya Drs H Mahsun Zain M Ag mengaku belum memiliki data lengkap tentang sejarah hidup almarhum. Bahkan saat itu ada yang menduga kalau almarhum berasal dari Solo hanya kebetulan dimakamkan di Makam Kedokteran, Kampung Baledono, Purworejo.

Namun ketika Legalitas selama beberapa bulan meneliti sejarah Dr Tjitrowardojo yang merupakan anak kandung Kiai Honggodrono, dapat memastikan kalau almarhum memang benar-benar Putra Purworejo. Nama kecil almarhum Mas Ngabei Radiman, lahir di Purworejo pada 13 Januari 1847.

Pada usia 19 tahun, yakni pada tahun 1865 karena kegeniusannya telah lulus dari Fakultas Kedokteran di Leiden, Belanda. ( Kita tidak tahu bagaimana hingga pada zaman itu Mas Ngabei Radiman bisa mengikuti studi di Leiden. Karena kebetulan pada masa hidupnya tengah digelorakan Tanam Paksa yang diprakarsai oleh Gubernur Jendral Van den Bosh di Tanah Bagelen ).

Namun secara mengejutkan muncul Mas Ngabei Radiman yang dapat lulus dari Fakultas Kedokteran di Leiden dalam usia masih sangat belia. Bukan hanya itu, Mas Ngabei Radiman juga berhasil meraih rangking dua sehingga menerima Bintang Perak.

Mas Ngabei Radiman Tjitrowardojo atau Dr Tjitrowardojo merupakan Dokter Pribumi pertama di negeri kita. Sesudah lulus fakultas kedokteran di Leiden lalu mengajar di Stovia (fakultas kedokteran) di Jakarta. Mahasiswa yang pernah dididiknya antara lain Dr Tjiptomangunkusumo serta Dr Karyadi.

Dalam silsilah yang ditemukan Legalitas menunjukkan kalau ayah kandung Dr Tjitrowardojo yakni Kiai Honggodrono adalah Putra ke 15 dari KRT Gagak Pernolo II. Pada masa hidupnya KRT Gagak Pernolo II menjabat sebagai Tumenggung Gunung ( Tumenggung yang bertugas menghimpun upeti untuk raja  dan bagian dari para pangeran di kraton). KRT Gagak Pernolo II bertempat tinggal di Tanggung ( kini bernama Desa Sidomulyo ), Kecamatan Purworejo.

Sedang  KRT Gagak Pernolo II putra  sulung KRT Gagak Pernolo I yang berasal dari Banyuasin. KRT Gagak Pernolo I putra sulung dari Kiai Wayah dan Kiai Wayah  keturunan langsung Bathara Loano atau Anden Loano I yang merupakan tokoh legendaris dalam sejarah daerah Bagelen. Dalam silsilah disebutkan, Bathara Loano atau Anden Loano I adalah keturunan Aria Bangah putra dari Kerajaan Galuh.

Pernikahan Dr Tjitrowardojo dengan R Ay Suratinah dikaruniai empat orang anak, yakni  RM Soemali,  R Ay Watini, RM Moeljadi dan R Ay Sadini. Setelah R Ay Sadini dewasa nikah dengan R Ng Puspodirdjo Puspowardojo seorang Kepala Pertanian di Solo. Dari hasil pernikahanya, lahir R Ay Tuti Marini. Tatkala R Ay Tuti Marini dewasa nikah dengan Alwi Abdul Jalil Habibie dari Pare-Pare Sulawesi. Dari hasil pernikahan mereka pada 25 Juni 1936 lahir Burhanudin Jusup (BJ) Habibie di Pare-Pare. Seperti kita ketahui BJ Habibie adalah Presiden Republik Indonesia ke III.

Dengan penetapan nama RSUD Purworejo menjadi RSUD Dr Tjitrowardojo merupakan pilihan nama paling tepat. Karena almarhum merupakan dokter pribumi pertama di tanah air kita dan banyak mengabdi di bidang kedokteran. Sedang nama para mahasiswa hasil dididikannya seperti Dr Karyadi sudah cukup lama menjadi nama RSU di Semarang. Demikian pula nama Dr Tjiptomangungkusumo sudah lama menjadi nama RSU di Jakarta.

Rumah Sakit Rujukan Terbaik.

RSUD Dr Tjitrowardojo saat ini dikenal sebagai Rumah Sakit Rujukan Terbaik di Jawa Tengah Selatan. RS yang terletak di Jl Jendral Sudirman No 60 Purworejo tersebut merupakan Rumah Sakit Kelas B Pendidikan yang sudah ditetapkan lewat SK Men Kes No  Hk.02.03/I/0216/2014 tgl 21 Februari 2024. RS tersebut berdiri di atas tanah seluas 58.123 m2 dengan luas bangunan 21.383.80 m2, terdiri dari Gedung Farmasi, 22 Bangsal Perawatan, Auditorium dan Kantor.

Melalui pendekatan Managemen Mutu, RSUD Dr Tjitrowardojo selalu berusaha meningkatkan serta mengembangkan mutu pelayanan, demikian dijelaskan oleh Direktur RSUD Dr Tjitrowardojo, Drg H Gustanul Arifin, M Kes.

Sejak tahun 2009, RSUD Dr Tjitrowardojo sudah dinyatakan lulus akreditasi 16 bidang pelayanan. Di antaranya pelayanan administrasi dan managemen,pelayanan medik, gawat darurat, keperawatan sampai pelayanan bank darah.

Komentar